Minggu, 19 November 2017

PANDUAN SINTA DAN GOOGLE SCHOOLAR

Untuk membuat Akun Sinta (linknya disini) terlebih dahulu harus memiliki minimal akun Google Schoolar. Disini saya sertakan panduan registrasi akun Google Schoolar dan akun Sinta.
1. Panduan Registrassi Google Schoolar download 

2. Panduan Registrasi Sinta download


3. Beberapa Pertanyaan Terkait Sinta klik disini 

Rabu, 01 November 2017

BUKU PEDOMAN PKM 2017

BUKU PEDOMAN PKM 2017


Selasa, 03 Oktober 2017

PERBAIKAN KEMAMPUAN PRONUNCIATION MAHASISWA BAHASA INGGRIS DENGAN METODE TURUTAN

Sujono, Anita Budi Rahayu, Triana Wuri Cahyanti


Abstrak. Mahasiswa Bahasa Inggris STKIP PGRI Nganjuk mempunyai beberapa kesulitan dalam mengucapkan fonem-fonem Bahasa Inggris. Banyak diantara mereka ketika mengucapkan fonem /p, t, k/ yang seharusnya diucapkan dengan aspiratif diucapkan dengan tanpa aspiratif. Pada kasus yang lain, mereka juga sulit mengucapkan fonem /ʃ, Ɵ, Ʒ, dƷ/ dengan benar. Pada aspek  fonem vokal diantara  sekian banyak kesalahan adalah  /ǝʊ/ diucapkan seperti vokal Bahasa Indonesia./o/. Kenyataan-kenyataan diatas telah menginspirasi untuk dilakukan penelitian ini. Dalam  jangka panjang penelitian  ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa  Inggris dengan  target  khusus  meningkatkan  kemampuan  pronunciation  fonem  vokal  dan  konsonan.  Pola  pelafalan huruf hijaiyah yang biasa dipakai pada metode turutan diterapkan pada perbaikan pengucapan fonem vokal dan konsonan  bahasa  Inggris.  Pada  pelaksanaan  penelitian  ini  ada  beberapa  penyesuaian  terhadap  pola  yang dipakai,  terutama  pada  perbaikan  pelafalan  vokal  bahasa  Inggris.  Hal  ini  dikarenakan  bahasa  Arab  hanya mengenal 3 vokal (a, i, u) sedangkan bahasa Inggris mempunyai 20 vokal.  Untuk memperbaiki kemampuan pronunciation fonem vokal dan konsonan bahasa Inggris, peneliti mengadakan penelitian  berjenis  penelitian  tindakan  kelas.  Dalam  penelitian  ini  ada  beberapa  siklus  yang  dilaksanakan sehingga  temuan  yang  ditargetkan  tercapai. Penelitian  ini  diawali  dengan  tahap  perencanaan  dan  dilanjutkan dengan tahap tindakan, observasi dan ditutup dengan tahap refleksi. Untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam pronunciation yang sebenarnya, data diambil dari rekaman tugas membaca teks. data tersebut kemudian dijadikan dasar untuk pelaksanaan siklus. Untuk melihat peningkatkan kemampuan pronunciation setelah siklus mahasiswa  diuji  dengan  membaca  teks  minimal  pair.  Data  rekaman  jawaban  yang  diperoleh  kemudian dikoreksi  dan  dianalisa  berdasar  teori  dan  contoh  bunyi  yang  ada  pada  buku  tree  or  three  dan  sheep  or  ship karangan  Ann  Baker.  Nilai  yang  sudah  dikumpulkan  kemudian  dihitung  dengan  rumus  deskriptif  statistik sederhana. Siklus berakhir apabila 85% mahasiswa mampu mengucapkan  seluruh  fonem konsonan dan vokal bahasa Inggris dengan benar. Setelah  pelaksanaan  siklus  1  dan  2,  lebih  dari  85%  mahasiswa  mampu  mengucapkan  fonem  vokal  dan konsonan bahasa  Inggris dengan benar. Terdapat kenaikan antara 4  sampai 13 mahasiswa dalam pengucapan fonem vokal di banding data preliminary study. Sedangkan untuk kemampuan pengucapan konsonan  terdapat penambahan 4-12 orang mahasiswa. 
Key Word :     pronunciation, vowel, konsonan, turutan 


Bilingualism: Keeping Spirit Bilingual Program in Local University STKIP PGRI Nganjuk

Triana wuri cahyanti


Abstract English becomes the most essential language in the world. Almost all the people from many different countries around the world use it to communicate. The area of English has always become special interest. It is caused of the importance of English in many scope of human life. In this case, the writer tries to apply bilingual program in teaching speaking and there is conversation in this method, and conversation is part of speaking. It also gives students an opportunity to practice communication in different social contexts and social roles. Bilingual program would seem to be the ideal activity in which students could use their English creatively and it aims to stimulate a opportunity to practice and develop their communication skill.

Jumat, 22 September 2017

Call for Paper Jurnal Dharma Pendidikan Volume 12 Nomor 2 Oktober 2017

Kami pengundang para peneliti dan akademisi untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitian di Jurnal Dharma Pendidikan Volume 12 Nomor 2 Oktober 2017. Ruang lingkup bidang ilmu yang dipublikasikan pada Jurnal ini adalah bidang pendidikan.

Selasa, 15 Agustus 2017

PENYULUHAN KEBUN GIZI GUNAMENINGKATKAN GIZI DAN EKONOMI MASYARAKAT

YuliaDewiPuspitasari1) , Arindra Trisna Widiansyah2)

Abstrak
Pengabdianbertujuanmengedukasi masyarakat untuk memperbaiki gizi dalam makanan, meningkatkan ekonomi masyarakat yang diperoleh dari hasil penanaman kebun gizi.Metodepengabdianyang digunakan merupakan Research and Development (R&D).Warga dengan sistem gotong royong membuat kebun gizi diawali dari rumah masing-masing setelah itu lahan kosong milik bersama misal kantor desa, pinggir jalan desa pun ditanam kebun gizi. Jenis tanaman yang digunakan dalam kebun gizi yaitu jenis sayur-sayuran, buah-buahan, dan tanaman obat. Jenis sayur yang ditanam adalah sayur bayam, kangkung, terong, labu, kemangi, dll. Jenis tanaman buah-buahan yang ditanam adalah buah tomat, cabai, mangga, anggur, naga, dll. Jenis tanaman obat yang ditanam adalah serai, laos, jahe, kencur, kunir, dll. Hasil dari pengabdian ini diharapkan masyarakat paham dan mengerti akan kandungan gizi yang dimakan dalam sehari-hari sehingga kebutuhan gizi anggota keluarga tercukupi. Masyarakat juga akan merasakan dampak peningkatan ekonomi dari hasil penjualan kebun gizi akan tetapi dalam pelaksanaan pengabdian selama dua bulan ini belum terlihat hasilnya.

Kata Kunci: Kebun Gizi, Gizi, dan Ekonomi.

PENYULUHAN PERMAINAN AMAN BAGI ANAK UNTUK IBU-IBU POSYANDU DESA PARON, KECAMATAN BAGOR, NGANJUK

Tri Wahyuni Maduretno1), Luluk Fajri2)
STKIP PGRI Nganjuk

 Abstrak
Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan wawasan kepada orang tua supaya lebih mengutamakan keamanan permainan yang digunakan oleh anak-anak. Sasaran dari PKM ini adalah ibu-ibu posyandu di Desa Paron Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk yang berjumlah 25 orang. Metode kegiatan ini adalah penyuluhan selama satu hari tentang anak usia dini, tahap-tahap perkembangan bermain, faktor-faktor yang mempengaruhi permainan anak, permainan anak dan, kemanan, keselamatan dan kesehatan mainan. PKM ini telah dilaksanakan pada tanggal 1 April 2017 pukul 09.00-11.00 WIB dengan rencana target 30 ibu kandung, tetapi dalam pelaksanaannya peserta yang hadir 14 ibu kandung dan 11 kerabat dari anak posyandu. Faktor yang menghambat kegiatan ini adalah ketidakhadiran dari seluruh ibu kandung dari anak posyandu tersebut padahal peran ibu membantu tumbuh kembang anak sejak usia dini. Penyuluhan ini telah memberikan informasi mengenai permainan aman dan perkembangan anak 0-6 tahun. Orang tua dapat mengendalikan permainan berbahaya dengan komunikasi yang halus dan dimengerti anak.


Kata Kunci: Permainan Anak, Permainan Aman bagi Anak

Pengabdian Masyarakat STKIP PGRI Nganjuk 2017

VOL 1, NO 1 (2017)

Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 Januari 2017

DAFTAR ISI

Penyuluhan PermainanAman Bagi Anak Untuk Ibu-Ibu Posyandu Desa Paron, Kecamatan Bagor, Nganjuk                                      
Tri Wahyuni Maduretno, Luluk Fajri

Yuliadewipuspitasari, Arindra Trisna Widiansyah

Meningkatkan Profesionalisme Guru melalui Pelatihan Aplikasi Geogebra 
Addin Zuhrotul ‘Aini

Pelatihan Pendidikan Komunikasi Online Melalui Blog Pada Perangkat Desa Paron Kecamatan Bagor                               
Erdyna Dwi Etika

Peranan Keluarga Dalam Pendidikan Karakter Anak  
Sherly Mayfana P.Y.

Sosialisasi Peningkatan Pembuatan Butir Soal Yang Baik  
Reza Dimas P.P.

Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Dan Administrasi Melalui Penerapan Sistem Otomasi Di Perpustakaan Stkip Pgri Nganjuk                     

Caltira Rosiana

Senin, 14 Agustus 2017

Seleksi dan evaluasi proposal Penelitian Dosen Pemula

Seleksi dan evaluasi proposal Penelitian Dosen Pemula dilakukan dalam bentuk Evaluasi Dokumen secara daring. Komponen penilaian Evaluasi Dokumen proposal secara daring menggunakan Borang sebagaimana pada Lampiran 14.4.

Pelaksanaan dan Pelaporan

Pelaksanaan Penelitian Dosen Pemula dipantau dan dievaluasi oleh penilai internal. Hasil pemantauan dan evaluasi internal dilaporkan oleh masing-masing perguruan tinggi melalui Simlitabmas. Penilaian pelaksanaan pemantauan dan evaluasi menggunakan Borang sebagaimana pada Lampiran 14.5. Pada akhir pelaksanaan penelitian, setiap peneliti melaporkan kegiatan hasil penelitian dalam bentuk kompilasi luaran penelitian.
Setiap peneliti diwajibkan menyiapkan laporan kemajuan untuk dievaluasi oleh penilai internal. Hasil pemantauan dan evaluasi internal atas laporan kemajuan ini dilaporkan oleh perguruan tinggi masing-masing melalui Simlitabmas. Pada akhir pelaksanaan penelitian, setiap peneliti melaporkan kegiatan hasil penelitian dalam bentuk kompilasi luaran penelitian.
Setiap peneliti wajib melaporkan pelaksanaan penelitian dengan melakukan hal-hal berikut:
  1. mencatat semua kegiatan pelaksanaan program pada Buku Catatan Harian Penelitian (memuat kegiatan secara umum, bukan logbook) terhitung sejak penandatanganan perjanjian penelitian secara daring di Simlitabmas (Lampiran G);
  2. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi oleh penilai internal dan eksternal dengan mengunggah laporan kemajuan yang telah disahkan oleh lembaga penelitian dalam format pdf dengan ukuran file maksimum 5 MB melalui Simlitabmas mengikuti format pada Lampiran H;
  3. mengunggah Laporan Akhir yang telah disahkan oleh lembaga penelitian dalam format pdf dengan ukuran file maksimum 5 MB ke Simlitabmas mengikuti format pada Lampiran J;
  4. mengompilasi luaran penelitian sesuai dengan Borang pada Lampiran K pada akhir pelaksanaan penelitian melalui Simlitabmas termasuk bukti luaran penelitian yang dihasilkan (publikasi ilmiah, makalah yang diseminarkan, buku ajar, dan lain-lain);
  5. mengunggah dokumen seminar hasil berupa artikel, poster dan profil penelitian dengan ukuran file masing-masing maksimum 5 MB ke Simlitabmas mengikuti format pada Lampiran L; dan
  6. mengikuti seminar hasil penelitian setelah penelitian selesai sesuai perencanaan. Penilaian presentasi seminar dan poster mengikuti borang pada Lampiran 14.6 dan 14.7. pelaksanaan penelitian melalui SIM-LITABMAS termasuk bukti luaran penelitian yang dihasilkan.

    (Sumber http://simlitabmas.ristekdikti.go.id/panduanEdisiX.aspx)

Jumat, 04 Agustus 2017

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS ASSISTED INDIVIDUALIZATIONDAN TWO STAY TWO STRAYPADA MATERI OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSIONAL SISWAKELAS VIISMP SE-KABUPATEN NGANJUK TAHUN PELAJARAN 2015/2016

           Reza Dimas Pravangasta Perdana1, Tri Atmojo Kusmayadi2, Imam Sujadi3


Abstract: The aim of the research was to determine the effect of learning models on mathematics achievement viewed from the students’ Emotional Intelligence (EI). The learning models compared were TeamsAssisted Individualization (TAI), Two Stay Two Stray (TSTS), and direct learning. This study was quasi-experimental research. The population of this study was students in grade VII class of state junior high schools in Nganjuk year 2015/2016. Stratified cluster random sampling was utilized for collecting samples. Two ways Anova with 3x3 of factorial design was used for hypothesis test. Based on the analysis, it can be concluded:(1) the students who are givenTAI have better achievement than those who are given TSTS and direct learning, students who are given TSTShave better achievement than those who are given direct learning, (2) high EI students have better achievement than middle and low EI students, middle EI students have the same achievement as low EI students, (3) in the TAI, TSTS and direct learning; high EI students have better achievement than middle and low EI students, middle EI students have the same achievement as low EI students, (4) in high, middle and low EI, the students who are given TAI have better achievement than those who are given TSTS and direct learning, students who are given TSTS have better achievement than those who are given direct learning.

Keywords:TAI, TSTS, Direct LearningModel, Emotional Intelligence, Mathematics Learning Achievement



Selasa, 25 Juli 2017

DESAIN PEMBELAJARAN MODEL FLIPPED CLASSROOM DALAM KAITANNYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR

 Vera Septi Andrini

Abstrak

Tujuan dari penulisan  ini adalah  (1) mendesain pembelajaran dengan menggunakan
model  flipped  classroom  di  perguruan  tinggi,  (2)  mendeskripsikan  kesahihan
penggunaan model  flipped  classroom  untuk meningkatkan  hasil  belajar.  Kajian  ini
merupakan  kajian  konseptual dalam mendesain pembelajaran dengan menggunakan
model  flipped classroom. Studi empiris menggunakan studi  literatur yang bersumber
dari  jurnal-jurnal  terkait  dengan  permasalahan  dalam  paper  ini.  Hasil  kajian
memperlihatkan  bahwa,  (1)  pembelajaran model  flipped  classroom,  dapat  didesain
dengan rancangan meliputi tahapan tatap muka, siswa diminta untuk belajar mandiri
di  rumah  mengenai  materi  untuk  pertemuan  berikutnya,  dengan  menonton  video
pembelajaran  karya  guru  itu  sendiri  ataupun  video  pembelajaran  dari  hasil  upload
orang  lain,  tahapan  pembelajaran  di  kelas,  peserta  didik  dibagi menjadi  beberapa
kelompok  heterogen,  tahapan  guru  pada  saat  kegiatan  belajar  berlangsung  adalah
memfasilitasi  berlangsungnya  diskusi  dengan  model  cooperatif  learning  dan  tahap
akhir guru memberikan  kuis/tes  sehingga  siswa  sadar bahwa  kegiatan  yang mereka
lakukan bukan hanya permainan, tetapi merupakan proses belajar, serta guru berlaku
sebagai  fasilitator dalam membantu  siswa dalam pembelajaran  serta menyelesaikan
soal  soal  yang  berhubungan  dengan  materi.  (2)  Bukti  kesahihan  model  flipped
classroom  memperlihatkan  kekuatan  bahwa  model  ini  dapat  meningkatkan  hasil
belajar pada berbagai ranah kognitif.

Kata-kata kunci: flipped classroom, hasil belajar

NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL SEPATU DAHLAN KARYA KHRISNA PABICHARA SERTA IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI MTS AL AMIN NGETOS, KABUPATEN NGANJUK

Achmad Tantowi Azis


Abstrak: Penelitian  ini  bertujuan  untuk mendapatkan  deskripsi mengenai  bentuk  nilai-
nilai pendidikan yang ada dalam novel Sepatu Dahlan karya Khrisna Pabichara. Selain itu
penelitian  ini  juga  bertujuan  mendapatkan  deskripsi  dari  proses  implementasi  hasil
analisis bentuk nilai-nilai pendidikan yang ada di dalam novel tersebut pada pembelajaran
bahasa dan sastra Indonesia.
Penelitian  ini  menggunakan  pendekatan  deskriptif  kualitatif.  Data  berasal  dari  novel
Sepatu Dahlan  karya Khrisna  Pabichara,  dan  data  dari  hasil  observasi  dan wawancara
yang  berlokasi  di  MTS  Al  Amin  Ngetos,  Kabupaten  Nganjuk.  Teknik  analisis  data
menggunakan  dua  teknik  analisis  yaitu  content  analysis  dan  Miles  and  Huberman.
Content analysis digunakan saat menganalisis data dari novel, sedangkan  teknik analisis
Miles  and  Huberman  digunakan  untuk  mendeskripsikan  data  yang  diperoleh  saat
dilapangan.
               Dari hasil  temuan penelitian yang berkaitan dengan  fokus penelitian diperoleh
hasil  sebagai  berikut:  (1)  Nilai  pendidikan  religius  dalam  novel  tersebut  ditunjukkan
lewat  prilaku  dan  sikap  dalam  keseharian  tokoh  meliputi  iman,  ihklas,  takwa,  tabah,
tawakal  dan  meyakini  sepenuh  hati  terhadap  doa  yang  dipanjatkan  kepada  Tuhan  (2)
Nilai  pendidikan  sosial  dalam  novel  tersebut  ditunjukkan  dengan  prilaku  lebih
mengutamakan  kepentingan  bersama  dari  pada  kepentingan  pribadi  dan  hidup mandiri
tanpa  berharap  pemberian  orang  tanpa  usaha  (3)  Nilai  pendidikan  moral  dalam  novel
tersebut banyak ditunjukkan dengan sikap hormat dan patuh kepada orang  tua serta  taat
terhadap  aturan  yang  diterapkan  dalam  keluarga,  nasihat  agar  tidak  berharap  menjadi
orang  kaya  dan  tidak  takut  hidup  miskin  (4)  Nilai  pendidikan  budaya  dalam  novel
tersebut  banyak  ditunjukkan  dengan  budaya  bersalaman,  hormat  dan  taat  pada  guru,
tradisi sastra  lisan, kepercayaan  terhadap hal yang magis, hukuman mondok, dan  tradisi
tahunan  berupa  kupatan  dan  punjungan  (5)  pengeimplementasian  bentuk  perjuangan
hidup meliputi rencana pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, metode, media, dan
evaluasi.

Kata Kunci :Nilai Pendidikan, Novel, Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia

STUDENTS’ CHARACTERS BUILDING IN THE 2013 ENGLISH CURRICULUM AND ITS PRACTICES IN THE CLASSROOM: A CASE STUDY

 Endang Warniati

ABSTRACT

The  aim  of  the  study  is  to  identify  the  teachers’  perception  about  the  students’
characters building in the 2013 English curriculum and  its practices in the classroom at
the  first  grade  students  in  a  public  Senior High  School  in Nganjuk  regency  academic
year  2016/2017  which  have  been  using  the  2013  English  curriculum  at  the  first
year.This study  is a qualitative case study conducted by  involving  two English  teachers
and  students  at  the  first  grade  of  that  school,  academic  year  2016/2017. Data  of  this
study  mainly  obtained  through  some  qualitative  techniques,  such  as  curriculum
documents analysis,  interview, observation, questionnaire, and case reports as well, and
analyzed by using  comparative method of Glaser and Strauss. Finding of  the  research
are: (1) the English teachers’ perceptions about the students’ characters building as their
translation of their knowledge  in the 2013 English curriculum  are same in general, but
they  still  need  to  have  a  precise    perception  toward  the  C-2013  and  mastering  its
information  better;  (2)  the  English  teachers  implementation  of  the  2013  English
curriculum    in  developing  the  students’  good  characters  in  the  teaching  learning
practices    in  the  classroom  are:  (a)  needs  some  strategies  and    creativity  to make  the
students  enjoy  the  lesson,  (b)  scientific  approach  recommended  as  an  appropriate
approach  for  the  students  (c)  collaboration  learning  is  highly  required  in  the  C-2013
classroom.  The  finding  of  the  research  shows  that  a  good  perception  of  the  C-2013
strongly  influences  to  the  teaching  activity  to  increase  characters  building  for  the
students. For that reason the English teachers are expected to extend their knowledge of
the C-2013  and have  a precise perception as  the  result of a good understanding  in C-
2013 to create more effective, joyful, and meaningful teaching learning process as well to
maximize the characters’ value for them.

Keywords: teachers’ perception, characters building, the 2013 English curriculum, case study.


PENGEMBANGAN MODUL IPA BERBASIS INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA

Yulia Dewi Puspitasari



Abstrak

Penelitian  bertujuanmengembangkan  modul  IPA  berbasis  inkuiri,  mengetahui
kelayakan  modul  IPA  berbasis  inkuiri,  danmeningkatkan  keterampilan  berpikir
kritis mahasiswa setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan modul IPA
berbasis  inkuiri  pada  materi  fotosintesis.Metode  penelitian  yang  digunakan
merupakan Research  and Development  (R&D).Pengumpulan  data menggunakan
soal  tes dan  lembar observasi.Pengembangan modul dilaksanakan mengacu pada
model ADDIE  dengan  tahapan  Analyse, Design, Development,  Implementation,
Evaluation  yang  dikemukakan  oleh Russel  dan Molenda. Pengembangan modul
dinilai  berdasarkan  kelayakan  isi,  penyajian,  dan  bahasa  oleh  dosen  dan  peer
review.  Berdasarkan  validasi  kelayakan  isi,  penyajian,  dan  bahasa  modul
kemudian  direvisi  dan  diimplementasikan  pada mahasiswa  semester  1  program
studi  pendidikan  IPA. Keterampilan  berpikir  kritis mahasiswa  dianalisis  dengan
uji parametrik dengan uji t test menggunakan software IBM SPSS Statistic 20.Hasil
penelitian  menunjukkan  bahwa  keterampilan  berpikir  kritis  mahasiswa  setelah
mengikuti  proses  pembelajaran menggunakan modul  IPA  berbasis  inkuiri  pada
materi fotosintesis mengalami peningkatan. Dari lima aspek keterampilan berpikir
kritis, aspek memberi penjelasan sederhana (elementary clarification) mengalami
peningkatan  yang  tinggi diikuti membangun keterampilan dasar  (basic  support),
menyimpulkan  (interference),  memberikan  penjelasan  lebih  lanjut  (advanced
clarification), dan mengatur strategi & taktik (strategy & tactics).

Kata  Kunci:  Modul  IPA,  Pembelajaran  Inkuiri,  Keterampilan  Berpikir
Kritis, ADDIE.


PROFIL KESALAHAN MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA STKIP PGRI NGANJUK DALAM MENYELESAIKAN SOAL TEORI GRAF DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER

Erdyna Dwi Etika

ABSTRAK
Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  :  (1)  Untuk  menemukan  kesalahan  mahasiswa  Prodi
Pendidikan Matematika STKIP PGRI Nganjuk dalam menyelesaikan soal  teori graf ditinjau
dari  perbedaan  gender,  (2)  Untuk  mengetahui  penyebab  kesalahan  mahasiswa  Prodi
Pendidikan Matematika STKIP PGRI Nganjuk dalam menyelesaikan soal  teori graf ditinjau
dari perbedaan gender. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian
ini  diambil  dengan  menggunakan  purpossive  sampling.  Subjek  penelitian  dipilih  dari
mahasiswa  semester  VI  Prodi  Matematika  STKIP  PGRI  Nganjuk.  Pengumpulan  data
dilakukan  oleh  peneliti  sendiri  sebagai  instrumen  utama  dan  instrumen  bantu  berupa  soal
teori  graf  dan  pedoman wawancara. Hasil  penelitian  :  (1)  kesalahan  yang  ditemukan  pada
mahasiswa  Prodi  Matematika  STKIP  PGRI  Nganjuk:  (a)  mahasiswa  perempuan  dengan
kognitif  tinggi melakukan kesalahan operasi mahasiswa perempuan dengan kognitif  rendah
melakukan  kesalahan  konsep  dan  prinsip;  (b)  mahasiswa  laki-laki  dengan  kognitif  tinggi
melakukan  kesalahan  konsep  dan  operasi,dan mahasiswa  laki-laki  dengan  kognitif  rendah
melakukan  kesalahan  konsep  dan  prinsip.  (2)  Penyebab  kesalahan  pada  mahasiswa  Prodi
Matematika  STKIP  PGRI  Nganjuk  perempuan  dan  laki-laki  dengan  kognitif  tinggi  dan
sedang adalah kurang memahami secara menyeluruh definisi dan  teorema-teorema yang ada
dalam teori graf dan tidak mampu mengaplikasikan teorema ke dalam soal.

Kata kunci: Kesalahan, Teori Graf, Gender


PROFIL PENALARAN SISWA DENGAN GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT-INDEPENDENT DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MATERI ALJABAR

Sherly Mayfana Panglipur Yekti

Abstrak: Proses berpikir dalam pemecahan masalah aljabar membutuhkan perhatian
dari  guru  agar  dapat  membantu  siswa  mengembangkan  penalaran  matematisnya.
Penalaran  matematis  siswa  dalam  pemecahan  masalah  aljabar  dapat  dilihat  dari
beberapa  dimensi,  salah  satunya  adalah  gaya  kognitif.  Penelitian  ini  bertujuan
mendeskripsikan  penalaran  matematis  siswa  kelas  VII  dengan  gaya  kognitif  Field
Dependent  dan  Field  Independent  dalam  pemecahan  masalah  matematika  materi
aljabar.
Jenis  penelitan  ini  adalah  kualitatif  dengan  desain  studi  kasus.  Gaya  kognitif  dari
siswa  kelas  VII  akan  ditentukan  menggunakan  tes  gaya  kognitif  Group  Embedded
Figures Test  (GEFT). Selanjutnya  pada masing-masing  gaya  kognitif  diambil  siswa
dengan  skor  tinggi,  sedang,  dan  rendah  sebagai  subjek  penelitian.  Subjek  pada
penelitian  ini  dipilih menggunakan  teknik  purposive  sampling.  Instrumen  penelitian
ini  yaitu  peneliti  sebagai  instrumen  utama,  tes  tertulis  dan  pedoman  wawancara
sebagai  instrumen  bantu.  Teknik  pengumpulan  data  menggunakan  wawancara
berbasis  tugas.  Validitas  data  yang  digunakan  yaitu  triangulasi  waktu,  dimana
kredibilitas  data  diperiksa  dengan  memberikan  tugas  pada  waktu  yang  berbeda.
Teknik analisis data dilakukan dengan cara:  (1) mengelompokkan data dalam empat
langkah  pemecahan masalah  Polya,  (2) menyajikan  data  dalam  bentuk  teks  naratif,
dan (3)  menyimpulkan penalaran matematis siswa pada tiap-tiap  langkah pemecahan
masalah Polya.
Kata kunci : penalaran, masalah matematika, field dependent-independent

<iframe src="https://drive.google.com/file/d/0B4MEJonWfWi-NE9IX3VBMUlsa2c/preview" width="640" height="480"></iframe>

UPAYA MEMANFAATKAN ALAT PERAGA AGAR PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENYENANGKAN

Agustin Patmaningrum

Abstrak:
Pelajaran matematika merupakan  pelajaran  yang  kurang  disukai
oleh  siswa.  Maka  dalam  pembelajaran  matematika  digunakan
media  untuk  mempermudah  belajar  salah  satu  media  yang
digunakan adalah alat peraga. Alat Peraga akan berfungsi dengan
baik  apabila  alat  tersebut  dapat memberikan  pengalaman  belajar
yang  bermakna, mengaktifkan  dan menyenangkan  siswa. Dalam
arti  bahwa  alat  peraga memiliki  peranan  yang  sangat  besar  bagi
guru  untuk  menyampaikan  konsep  dasar  matematika  serta  bagi
siswa  dapat  menerima  pembelajaran  matematika  dengan  mudah
dan  menyenangkan.  Dan  akan  membawa  hasil  belajar  yang
memuaskan.
Kata kunci: Alat Peraga, Pembelajaran Matematika

Implementing Exchange Formation Activity to Improve Students’ Speaking Ability

CaltiraRosiana

The goal of English English teaching especially especially speaking skill
in the classroom is to stimulatestudents to express their ideas in the target
language.  Since  the  most  important  thing  in  speaking  skill  is  how  to
make  the  listener  understands  the  speaker‟s  message,  Exchange
Formation Activity  can  be  used  to  improve  students‟  speaking  ability.
This  is  because  this  method  can  be  applied  for  teaching
speakingeffectivelyin  several ways.  In  teaching  speaking,  lecturers who
teach  English  should  make  sure  that  the  instructionsof  the  speaking
material  are  related  to  the  students‟  real  life  environment.  Thus,  the
students can connect  their speaking practice  toexperiences  in  their daily
activities.Thisstudy  focused  on  the  leacturer‟s  teaching  process(English
class management  and  teaching method)  and  employed  CAR  research
design.Thedata  for  this  study  are  acquired  from  evaluation  and
observation. There were several evaluations  included; they werepre-test,
treatment on cycle I and II, and post-test. The aim of the activities was to
know  whether  the  students  improved  their  learning  or  their  learning
became less effective afer treatment. The results showed thatthe average
score for students‟ pre-test was 66.5. The result of the first treatment was
62,  the  second  treatment  was  85,  and  the  post  test  was  88.  The
students‟post  test‟smean  score was  88.  In  conclusionafter  being  treated
using  Exchange  Formation  Activity,thestudents‟  speaking
abilitywassuccessfully  improved  which  was  shown  by  the  final  mean
score 88 in the post test.
Keywords : Exchange Formation Activity, Speaking Ability, Improve


The Significant Various Methods of English Vocabulary Mastery of Advanced Students

Rina Puji Utami

Abstract:
   There  many  methods  of  English  language  learners  especially  for    advanced
students to  gain their target language based on some theories of concept and elements of
the language learned in the academic need. In fact that it is arguable to think there is only
the best one of the various methods to master the language well. Certainly it will become
a meaningful choice for them which one is to be the best one to do that is suitable in their
daily  life.  In  Indonesia,  the English  learners   have  to realize  that English  is as a foreign
language  since  it  is  not  used  in  daily  communication  beside mother  language    such  as
Malaysia, Singapore, India and so on that  the people use English in their daily life   as a
second language. Therefore they have  to find the best method of how to master English
well through many kinds of current useful methods stated by some newest   experts and
competent  learners  in English  or  other  language  than  can be  alternative  choices  of  the
best method
English learners especially advanced Students of English, Vocabulary mastery  is
an  essential  part  in  foreign  language  learning  as  the meanings  of  new words  are  very
often  emphasized, whether  in  book,  in  classrooms  and  out  of  the  classroom.  It  is  also
central  to  language  learning of four skills of English and  is of paramount  importance  to
language  learners.  In  this  article,  I  summarizes  significance  of    a  bunch  of  various
methods used by some experts who have been  involved  in  the  field of English or other
foreign languages that will be able to be a choice to do of how to master vocabulary well
and  grab  their  target  language  of  how  to  be  successful  language  learners  as  advanced
students of English.

              Key words: various methods , vocabulary mastery


PENERAPAN METODE TEAGTOUR PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII.A DI SMP NEGERI 3 KERTOSONO SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015

MISBACHUDIN

Abstrak.
Hasil  belajar  siswa  kelas VIII.A    di SMP Negeri  3 Kertosono  pada mata  pelajaran Bahasa
Inggris belum  sesuai dengan  yang diharapkan,  terlihat pada hasil belajarnya  siswa  sebelum
penelitian  tindakan  rata-rata nilai  tes baru mencapai 65  (kurang baik). Hasil  tersebut belum
mencapai KKM. Sedangkan pembelajarannyapun masih didominasi oleh guru. Solusi untuk
permasalahan  tersebut dengan memberikan sebuah  tindakan kelas dengan penerapan metode
TEAGTOUR. Metode  ini dirasakan  lebih  efektif,  karena materi  lebih mudah dikuasai   oleh
siswa  dan  lebih  memotivasi  guru  dalam  pelaksanaan  pembelajaran.  Tujuan  penelitian
tindakan  ini  adalah  untuk meningkatkan  hasil  belajar  siswa  kelas VIII.A  di SMP Negeri  3
Kertosono.  Penelitian  Tindakan  ini  terdiri  dari  3  siklus,  dengan  langkah-langkah  sebagai
berikut : 1) Planning, membuat skenario pembelajaran  dan instrumen yang diperlukan dalam
penelitian.  Misalnya  Lembar  Observasi,  kuisioner  siswa,  lembar  tes  ;  2)  Acting  :
melaksanakan pembelajaran sesuai skenario ; 3) Observing : mengambil data dan informasi ;
4) Reflecting : data hasil observasi direfleksikan untuk mengetahui perubahan-perubahan dan
merencanakan  kembali  kegiatan  selanjutnya.  Hasil  observasi  dalam  penelitian  ini
menunjukkan  adanya  peningkatan  pada  aspek  hasil  belajar  siswa.  Sebelum  Pembelajaran
menerapkan metode TEAGTOUR, rata – rata hasil belajar  siswa di kelas baru 65, pada siklus
I meningkat menjadi 76, pada siklus II     menjadi 77, dan pada siklus III menjadi 81 dengan
kategori  baik.  Hasil  observasi  PBM  menunjukkan  kinerja  guru  semakin  baik  dalam
pengelolaan  pengajaran maupun  pengelolaan  kelas,  dan  hasil  kuisioner  juga menunjukkan
penerapan metode TEAGTOUR pada pembelajaran bahasa Inggris berhasil dengan skor yang
diperoleh 31 atau 88%. Dengan harapan keberhasilan hari ini merupakan langkah awal dalam
peningkatan mutu pendidikan di SMP Negeri 3 Kertosono, khususnya pada mata pelajaran
bahasa Inggris.

Kata-kata Kunci : Metode TEAGTOUR, Hasil Belajar Siswa
FULL TEXT

Back to Top